Sabtu, 30 Maret 2013

Cerita Lama Lucu

POCONG




Selamat malam semuanya.
Sebelumnya kita kasih applause terlebih dulu buat acara ini, stand up comedy.
Perkenalkan, nama saya Aswad Kusuma Imami.
Masyarakat kita, masyarakat Indonesia paling doyan namanya cerita serem alias cerita setan. Di semua daerah, dari Sabang sampai Merauke ada cerita setan. Cuman ada satu daerah yang gak ada setannya, yakni di Ruang Tahanan Koruptor. Masak setan nakutin setan ?
Setan paling terkenal di Indonesia itu namanya Pocong. Bahkan di negara yang penduduk mayoritas beragama seperti di indonesia… Namanya hantu pocong gak ada sekali. Orang yang pernah ke Timur Tengah, terus pulang ke Indonesia gak bakalan cerita.. “aku di sana ketemu pocong” …. Gak bakalan !!!
Padahal yang namanya pocong itu adalah mahluk yang paling cupu sedunia. Paling cupu. Dewa cupid aja, bayi yang bawa panah asmara,  kalah cupu. Bayangin, mana ada seremnya pocong. Badannya dibungkus kain putih. Coba kalau kainnya warnanya ijo, orang pasti ngira itu pocong atau lemper.
Pocong kalau jalan  aja loncat-loncat, padahal klo lomba barang karung, pocong pasti kalah….. Kenapa kalah? Lha tangannya terikat, gimana bisa pegang karung apalagi loncat-loncat dalam karung.
Pocong juga bukan setan yang harus ditakuti. Misalnya saya ketemu pocong. Takut ??? Enggak !!!Haaa !!! (kaget) ketemu pocong. Lansung Bukkkk!! Saya segera nonjokin pocong. Gak puas, langsung aja saya injak-injak…
Coba bayangin, pocong klo jatuh…. bangun susah, ngejar orang susah…. Lalu menakutkannya dimana ???
Lagian kalau pocong itu di dalam kubur…. Bagaimana mungkin ia keluar dari kubur? Mo ngeruk tanah ? Kan tangannya diiket!! Beda ma drakula … Ia keliatan keren, pake jas resmi.  Tangannya masih bisa dipake buat bongkar tanah kuburan.
Lebih aneh lagi, setan namanya Tuyul. Masih kecil udah disuruh cari duit…. coba kalau ketahuan Kak Seto, pasti dilaporin ke Komnas Perlindungan Anak. Lalu masuk tivi dan diwawancarai wartawan.
Kak Seto : Saya merasa bahwa tuyul ini perlu mendapatkan perlindungan dan mendapatkan hak-haknya sebagai anak Indonesia.
Wartawan : Lho .. Tuyul kan kan bukan anak indonesia.Kak Seto : Kalau kita tidak menghargai tuyul sebagai identitas indonesia…. jangan-jangan sebentar lagi Tuyul akan diklaim oleh Malaysia.
Nama setan di indonesia juga aneh-aneh….
Pocong di panggil apa coba ? Cong ? kok kayak bencong ?
Tuyul di panggil apa coba ? Yul ? kok ama kayak nama Yulia ??
Kuntilanak apalagi ? Ada Kuntianak tapi kok gak ada Kuntilibu atau kuntilbapak ?
Sundel Bolong ? Klo punggung sudah operasi, apa tetep dipanggil Sundel Bolong ?
Tapi semua setan yang saya sebutin tadi, sebenarnya engak serem sama sekali. Karena setan paling serem belum ada sekarang…. Mungkin tahun depan baru muncul setan paling menakutkan… namanya Setan Gantung Monas.

cerita lama

Cerita singkat gue




# Alhamdulillah saya sudah menikah. Saya menikah saat usia 25 tahun jadi tergolong pernikahan dini, namun Alhamdulillah tidak termasuk pernikahan dini hari alias karena digerebek Hansip.

#Anak saya yang pertama lahir di luar nikah. Ya iyalah kalau lahir pas lagi nikah, kan saya masih repot salam-salaman sama tamu undangan. Kalau anak saya yang kedua lahir di luar kandungan, awalnya saya sempat sedih takut terjadi apa-apa namun kata dokter, “Bapak harusnya bersyukur anak bapak terlahir di luar kandungan, kalau masih di dalam kandungan itu artinya belum lahir!!”

#waktu mau memberi nama anak, kami berdua sepakat jika nama anak kami terdiri dari kombinasi nama ayah bundanya seperti tetangga sebelah yang memberi nama anaknya Ayunda, kependekan dari Anaknya Ayah dan Bunda. Tapi tetangga lain menyarankan jangan memberi nama anak dari kombinasi nama bapak ibu sebab ada di warga RT sebelah anaknya bernama Anak Babu, ketika ditanya artinya merupakan kependekan dari Anaknya Bapak dan Ibu.

#ohya saya belum memperkenalkan istri saya, namanya Irma Kusumasari atau biasa dipanggil bu Irma. setelah tiga bulan menikah istri saya langsung hamil, mungkin ia terlalu subur. Sembilan bulan kemudian lahirlah anak pertama kami. Setelah berembuk dengan istri akhirnya ketemulah anak kami yang pertama yang kami beri nama Nayrta (baca: Nairta) yang merupakan kependekan dari aNAknYa iRma dan suharTA. Rupanya, 5 bulan Nayrta tumbuh jadi bayi sehat, istri saya lantas hamil lagi. Ini pasti bukan karena dia terlalu subur, tapi karena saya yang terlalu nafsu. Muncul kebingungan memberi nama anak kami yang kedua. Nggak mungkin diberi nama Nayrta 2, anak ke tiga, Nayrta 3 dst….emang film Rambo ada Rambo 1, Rambo 2, Rambo 3 dst…
Setelah melalui proses meditasi yang agak panjang, akhirnya ketemulah satu nama yang pas yaitu Humaira. Nama ini merupakan kombinasi juga dari nama kami berdua, Humaira merupakan akronim dari Hasil Usaha irMA dan SuhaRtA.
Saya bersyukur karena Di kamus bahasa Arab Humaira memiliki arti yaitu pipi yang kemerah-merahan. Ini panggilan sayang Nabi kepada istrinya Aisyah. Benarlah jika nama itu adalah doa, sehingga anak saya yang kedua, kini pipinya merah-merah alias alergi sampai sekarang.

#Nasib memang membawa saya menjadi guru. Saya menganggap profesi ini mulia. Walau kesan yang didapat dari sebuah kata bernama GURU kini makin mengalami pergeseran. Contoh, kita tahu guru selalu digambarkan sebagai sosok teladan, namun dalam peribahasa guru justru dicitrakan kurang sedap. Anda tahu kan peribahasa…”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari…” Mengapa yang harus dijadikan contoh orang kencing itu guru, padahal kita mahfum yang biasa kencing berdiri itu kan supir taksi……bukan guru…”

#pekerjaan selalu melekat pada profesinya, pekerjaan supir ya menyupiri, kalo pembantu..membantui, Nah kalo guru ya menggurui toh?? namun pekerjaan itulah yang paling gak disukai semua murid dari para gurunya

#guru kadang juga identik dengan kekerasan. Tempat yang mengajarkan kekerasan juga kerap kali disebut perGURUan Silat, perguruan Karate dan lain sebagainya

#Tapi percaya atau tidak, banyak orang mengidamkan seorang guru sebagai pasangan hidupnya. Sebab guru selalu punya filososofi, “Bagaimana pah/mah sudah puas? Kalau belum ulangi lagi yah….” Kalau kurang puas papah/mamah boleh kok cari les tambahan ”